Jumat, 10 Desember 2010

Tradisi Miyos Gongso dan Riwayat Gamelan Sekaten

Menjelang tengah malam, kedua perangkat Gamelan Pusaka Sekaten, Kyai Gunturmadu dan Kyai Nogowilogo mulai dipersiapkan untuk selanjutnya dipindahkan menuju Pagongan di Masjid Gedhe. Prosesi pemindahan dikawal oleh 2 bregada prajurit Keraton, yaitu Bregada Prajurit Mantrijero dan Bregada Prajurit Patangpuluh, para Panji dari semua bregada prajurit Keraton, serta sejumlah abdi dalem setingkat Bupati, baik abdi dalem Keprajan maupun abdi dalem Punokawan.
Tepat pukul 11 malam, iring-iringan Kirab Miyos Gongso dimulai dalam suasana khidmat, dari pintu gerbang atau Regol Brojonolo, keluar dari lingkungan Keraton menuju Masjid Gedhe, melalui Supit Urang, Sitihinggil, Pagelaran dan Alun-alun. Sebelum mencapai 2 pohon beringin kurung di tengah Alun-alun, iring-iringan akan membelok ke barat, langsung menuju Regol Masjid Gedhe.
Keberadaan kedua perangkat Gamelan Pusaka Sekaten, Kyai Gunturmadu dan Kyai Nogowilogo, tidak terlepas dari sejarah kerajaan-kerajaan Islam di Jawa Tengah, sejak jaman Kasultanan Demak hingga berdirinya Keraton Kasultanan Yogyakarta.
Pada sekitar tahun 1400 Saka, Kerajaan Majapahit jatuh akibat serangan balatentara Demak di bawah pimpinan Raden Patah. Tiga tahun kemudian, pada Tahun 1403 Saka, berdirilah Kasultanan Demak. Raden Patah bertahta dengan gelar Sultan Syah Alam Akbar.
Sebagai pusat kekuasaan baru, Kasultanan Demak mewarisi sisa-sisa kekayaan Majapahit, termasuk Gamelan Pusaka Kyai Sekar Delima. Gamelan Pusaka ini kemudian dipergunakan untuk melengkapi Gamelan Sekaten. Sejak saat itulah terdapat sepasang Gamelan Pusaka Sekaten. Satu perangkat diciptakan oleh Kanjeng Sunan Kalijaga yang bernama Kyai Sekati. Satu perangkat lagi merupakan warisan Kerajaan Majapahit, yang kemudian diberi nama Nyai Sekati. Kedua perangkat gamelan Pusaka inilah yang selalu diperdengarkan dalam keramaian Sekaten.
Seiring dengan jatuh dan berdirinya pusat-pusat kekuasaan di Jawa, tradisi Sekaten beserta kedua perangkat gamelannya juga menjadi pusaka yang diwariskan secara turun-temurun. Sejak keruntuhan Kasultanan Demak, tradisi ini diwarisi oleh Kasultanan Pajang, dan dilanjutkan oleh Dinasti Mataram Islam sejak jaman Kotagede, Kerta, Plered, hingga Kartasura dan Surakarta.
Pasca peristiwa Palihan Nagari pada tahun 1755 yang membagi Dinasti Mataram Islam menjadi Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta, sebagaimana wilayah-wilayah kekuasaan, pusaka-pusaka pun kemudian dibagi dua untuk masing-masing Keraton. Termasuk Gamelan Pusaka Sekaten yang merupakan warisan jaman Kasultanan Demak.
Kasunanan Surakarta mewarisi Gamelan Pusaka Kyai Sekati, sementara Gamelan Pusaka Nyai Sekati diwarisi oleh Kasultanan Yogyakarta. Mengingat Gamelan Pusaka Sekaten bersifat sepasang, maka masing-masing Keraton kemudian mutrani atau membuat duplikat Gamelan Pusaka yang tidak dimilikinya. Dengan demikian, maka Keraton Kasultanan Yogyakarta kemudian memiliki sepasang Gamelan Pusaka Sekaten, yaitu Nyai Sekati dan duplikat Kyai Sekati. Pasangan gamelan yang disempurnakan kembali pada jaman Sri Sultan Hamengku Buwono I itu, kemudian diberi nama baru. Gamelan Pusaka Nyai Sekati diberi nama baru Kyai Gunturmadu, sementara duplikat Gamelan Pusaka Kyai Sekati diberi nama Kyai Nogowilogo. Gunturmadu mengandung arti “turunnya anugerah“, sedangkan Nogowilogo memiliki makna “ kemenangan perang yang lestari”.
Sementara itu di sekitar Masjid Gedhe, meski dalam suasana gerimis, ribuan masyarakat telah menanti kedatangan iring-iringan Kirab Miyos Gongso. Dan menjelang tengah malam, kedua perangkat Gamelan Pusaka Sekaten sampai di pintu gerbang atau Regol Masjid Gedhe. Setelah dilakukan upacara serah terima, bersama seluruh pengiringnya, kedua perangkat Gamelan Pusaka Sekaten langsung dibawa menuju Pagongan.
Bregada Prajurit Mantrijero, mengawal Gamelan Pusaka Kyai Gunturmadu menuju Pagongan di sebelah selatan. Sementara Bregada Prajurit Patangpuluh, mengawal Gamelan Pusaka Kyai Nogowilogo menuju Pagongan di sebelah Utara.
Pagongan adalah sebuah bangunan berbentuk panggung, yang secara khusus dipergunakan untuk menempatkan sekaligus memperdengarkan Gamelan Pusaka Sekaten pada setiap bulan Maulud. Sebagaimana Gamelan Pusaka Sekaten, bangunan Pagongan juga berjumlah sepasang, yang terletak di halaman depan Masjid Gedhe, pada sisi utara dan selatan. Gamelan Pusaka Kyai Gunturmadu selalu ditempatkan di Pagongan sebelah selatan, sementara Gamelan Pusaka Kyai Nogowilogo ditempatkan di Pagongan sebelah utara.
Di kedua bangunan Pagongan ini, kedua perangkat Gamelan Pusaka tersebut akan diperdengarkan terus-menerus setiap hari selama sepekan, kecuali pada waktu-waktu sholat dan pada malam Jum’at sampai dengan setelah Sholat Jum’at.
Sumber: Agus Yuniarso. “Cinderamata 250 Tahun Kota Jogjakarta [1756-2006], Transkrip Naskah 15 Video Dokumenter Budaya Seputar Kota Yogyakarta”. Yogyakarta: Galeri Video Foundation, 2006.

Rabu, 08 Desember 2010

Facebook Ubah Tampilan Halaman Profil

JAKARTA, KOMPAS.com — Facebook kembali memperkenalkan tampilan baru. Kali ini halaman depan profil langsung menampilkan foto di bagian tengah dan informasi penting. Hal ini memungkinkan pengguna menyoroti sahabat-sahabat karib lebih mudah.
"Profil dimulai dengan sebuah gambaran singkat untuk informasi dasar seperti dari mana Anda berasal, di mana Anda pernah sekolah, dan di mana Anda bekerja, jenis bentuk percakapan awal saat Anda mulai berkenalan dengan orang yang baru Anda kenal atau saat kembali bertemu dengan teman-teman lama," kata insinyur peranti lunak Facebook, Josh Wiseman, dalam blog Facebook, Senin (6/12/2010).
Menurutnya, foto bersama teman-teman merupakan cara terbaik untuk membuka hubungan sehingga profil yang baru menampilkan daftar foto terbaru yang berisi tag pengguna akun. Deretan foto akan diletakkan di bagian atas halaman profil setelah informasi utama. Ia menyebut perubahan itu akan membuat Facebook lebih mudah digunakan pengguna untuk mengetahui dan mengenali teman-temannya.
Selain profil yang lebih mengena, para pengguna juga dapat mengumpulkan profil teman-temannya berdasarkan hubungan pekerjaan, anggota keluarga, dan menyoroti sahabat-sahabat karib mereka.
Perombakan itu terjadi di tengah spekulasi bahwa Facebook akan melakukan penawaran saham perdananya kepada publik atau initial public offering (IPO). Facebook juga berupaya menampilkan profil pengguna ke halaman depan untuk membangun jejaring sosial yang lebih intim.

JOGJA Tetap ISTIMEWA

Jogja adl satu2nya propinsi berbentuk kerajaan (monarchi) scr cultural meski scr administrasi pemerintahan sbgmana propinsi2 laen Indonesia.  Itulah yang membuat Jogja sungguh istimewa, satu2nya kerajaan yg utuh, akar budaya bangsa yang masih dicintai, dijaga dan dijunjung oleh warga ngayogyakarto.  Smua sudah tahu demi Republik ini Sultan HB IX memperjuangkan kemerdekaan RI. Dan  mendeklair jogja sbg bagian RI demi menjunjung  NKRI, drpd membangun kerajaan sendiri.
Hal yang aneh ditunjukkan ol Pemerintah Pusat dan DPR yg terus mengulur..mengambangkan..dan berusaha mreteli keistimewaan Jogja, dengan monarchi-nya, alasannya takut disebut bukan Negara Demokrasi.
Sebab menurut Pusat; syarat demokrasi ada lembaga trias politika, pembatasan kekuasaan dan pemilu. Lalu pertanyaannya ;”mengapa kudu nurut demokrasi ala buku kuliahan ??.
Kalo toh Sultan sbg Raja dan sekaligus gubernur apa salahnya ??. kan lumayan hemat biaya Pemilu puluhan Milyar, biarlah para Bupati dan Walikota yg ber Pilkada.  Ssst..untuk ncalon/dicalonkan Gubernur tiap kandidat harus merogoh kocek milyaran.

sumber : http://sosbud.kompasiana.com/2010/12/01/jogja-tetap-istimewa/# Dan saat kutanya kawanku yg aktif di politik;”mosok modal CaGub sampe 2 M apa balik modal ??, sedang gaji Gubernur aja cumin 8 jt ??.  Temenku tegas njawab;” kalo cuman 2 M itu minim dan termasuk paling murah untuk Cagub, biasane sampe 16 M.  Kamu jangan itung untung dari Politik kaya ngitung untunge gorengan…pasti balik..pasti buat rebutan”. Jawabannya membuatku merasa bodoh aja, asssemm.
Kami bukan anti kemajuan ilmu politik ato apalah.  Tapi menurut ‘coro bodon’ ku, lebih baik menggali dan memulyakan akar budaya yang telah dilalui ratusan tahun oleh masyarakat sendiri, drpd mencoba ramuan yg blm tentu khasiatnya.  Kata org bijak;”yang terbaik bagi  kita adalah kebiasan dan pengalaman yg membangun jiwa-raga ini, begitu”.  Bukan..tipluk..disodorkan formula ol intelektual2  yang  lusuh berkutat melahap ilmu2 yunani, lupa jatidiri. Yunani tu siapa ya, setahuku Yu Nanik si bakul sate madura yg keliling sore hari di kampong kami. Huahahaha.
Lebih menjijikkan jika belajar Etika di Yunani.  Pdhal etika mrp saripati sikap-spirit-pikir suatu masyarakat yg hidup, berlangsung dan berkembang berdasar sejarah suatu masyarakat.  Meskipun kebaikan adl universal.
Pada menolak monarchi Jogja, salah satunya karena smua parpol tidak ada yg mampu mengusai jogja.  Walo Sultan HB X emang Golkar tapi juga NASDEM,  mo dipecat koq ya sayaang.  Biarpun Golkar, Sultan tak pernah membedakan warga yg beda bendera.  Sebagai contoh wkt awal erupsi Merapi, smua pamer bendera Parpol, tapi Sultan minta diturunkan smua bendera tanpa kecuali, ag tdk mengambil untung dr bencana, tdk etis.
Andai boleh usul, biarlah yg pernah punya kerajaan agar menggunakan system pemerintahan ala kerajaan, dg demikian budaya bukan hanya sekedar museum mati tapi mrp laku peradaban dan pemerintahan yg hidup.  Dan hal itu menjaga khasanah bangsa.   Merupakan daya tarik peneliti maupun wisatawan dr negara2 maju. Sedang kota2 modern spt Jakarta, Sby Smg dlsb tetap aja gunain system demokrasi dan Pilkada.

Rabu, 01 Desember 2010

sejarah network

Network atau Jaringan komputer adalah sebuah sistem yang terdiri atas komputer dan perangkat jaringan lainnya yang bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan yang sama. Network terdiri dari beberapa jenis tergantung dari area yang dilingkupinya. Ada yang berupa LAN (Local Area Network) yang area jaringannya terbatas seperti gedung atau beberapa gedung yang berdekatan, kemudian MAN (Metropolitan Area Network ) yang area jaringannya berada dalam suatu kota, yang terakhir yaitu WAN (Wide Area Network) yang areanya jaringannya mencakup area geografis yang luas.
Lalu kapan jaringan komputer dimulai? Konsep jaringan komputer lahir pada tahun 1940-an di Amerika dari sebuah proyek pengembangan komputer MODEL I di laboratorium Bell dan group riset Harvard University. Proyek ini dipimpin oleh profesor H. Aiken. Pada mulanya proyek ini hanyalah ingin memanfaatkan sebuah perangkat komputer yang harus dipakai bersama. Untuk mengerjakan beberapa proses tanpa banyak membuang waktu kosong dibuatlah proses beruntun (Batch Processing), sehingga beberapa program bisa dijalankan dalam sebuah komputer dengan kaidah antrian.
Di tahun 1950-an ketika jenis komputer mulai membesar sampai terciptanya super komputer, maka sebuah komputer harus melayani beberapa terminal. Untuk itu dibuatlah konsep distribusi proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan nama TSS (Time Sharing System), maka untuk pertama kali bentuk jaringan (network) komputer diaplikasikan.
Pada sistem TSS beberapa terminal terhubung secara seri ke sebuah host komputer. Dalam proses TSS mulai nampak perpaduan teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi yang pada awalnya berkembang sendiri-sendiri.
Pada tahun 1957 Advanced Research Projects Agency (ARPA) dibentuk oleh Departement of Defence (DoD) USA. Pada tahun 1967 ARPA menerbitkan desain awal dari proyeknya yang disebut ARPANET (Advanced Research Projects Agency Network). Di tahun 1969 DoD menggelar pengembangan ARPANET dengan mengadakan riset untuk menghubungkan sejumlah komputer sehingga membentuk jaringan organik. Mereka mendemonstrasikan bagaimana caranya dengan menggunakan hardware dan software komputer berbasis UNIX, kita bisa melakukan komunikasi dalam jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon. Proyek ARPANET merancang bentuk jaringan, kehandalan, seberapa besar informasi dapat dipindahkan, dan akhirnya semua standar yang mereka tentukan menjadi cikal bakal pembangunan protokol baru yang sekarang dikenal sebagai TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). Pada awalnya tujuan dibangunnya proyek itu adalah untuk keperluan militer. Pada saat itu Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defense) membuat sistem jaringan komputer yang tersebar dengan menghubungkan komputer di daerah-daerah vital untuk mengatasi masalah bila terjadi serangan nuklir dan untuk menghindari terjadinya informasi terpusat, yang apabila terjadi perang dapat mudah dihancurkan.
Pada mulanya ARPANET hanya menghubungkan 4 situs saja yaitu Stanford Research Institute, University of California, Santa Barbara, University of Utah, di mana mereka membentuk satu jaringan terpadu di tahun 1969. Pada tahun 1970, lebih dari 10 komputer telah berhasil dihubungkan, saling berkomunikasi dan membentuk sebuah jaringan. Pada bulan Oktober 1972 ARPANET diperkenalkan kepada masyarakat umum. Tidak lama kemudian proyek ini berkembang pesat di seluruh daerah, dan semua universitas di negara tersebut ingin bergabung, sehingga membuat ARPANET kesulitan untuk mengaturnya. Oleh sebab itu ARPANET dipecah manjadi dua, yaitu "MILNET" untuk keperluan militer dan "ARPANET" baru yang lebih kecil untuk keperluan non-militer seperti, universitas-universitas. Gabungan kedua jaringan akhirnya dikenal dengan nama DARPA Internet, yang kemudian disederhanakan menjadi Internet.
Di tahun yang sama, Roy Tomlinson berhasil menyempurnakan program e-mail yang ia ciptakan di tahun 1971 untuk riset ARPANET. Program e-mail tersebut begitu mudah dan langsung populer di masyarakat saat itu. Icon “@” mulai dikenal sebagai lambang yang menunjukkan “at”. Tahun 1972 juga merupakan tahun dibentuknya sebuah kelompok kerja yang disebut dengan International Network Working Group (INWG). Kelompok ini dibuat untuk meningkatkan teknologi jaringan komputer dan juga membuat standar-standar untuk jaringan komputer, termasuk di antaranya adalah Internet. Pembicara pertama dari organisasi ini adalah Vinton Cerf, yang kemudian disebut sebagai "Bapak Internet". Tahun 1973, dua orang ahli komputer Vinton Cerf dan Bob Khan mempresentasikan tentang internet di Sussex University.
Tahun 1974, Bolt, Beranet & Newman (BBN), pontraktor untuk ARPANET, membuka sebuah versi komersial dari ARPANET yang mereka sebut sebagai Telenet, yang merupakan layanan paket data publik pertama. Lalu pada tanggal 26 Maret 1976, ratu Inggris berhasil mengirimkan sebuah e-mail dari Royal Signals and Radar Estabilishment di Malvern. Di tahun 1977 sudah ada 111 buah komputer yang telah terhubung ke ARPANET. Tahun 1979, Grup diskusi Usenet pertama dibuat oleh Tom Truscott, Jim Ellis dan Steve Bellovin, alumni dari Duke University dan University of North Carolina Amerika Serikat. Setelah itu, penggunaan Usenet pun meningkat secara drastis. Di tahun ini pula, emoticon diusulkan oleh Kevin McKenzie.
Di tahun 70-an ini, setelah beban pekerjaan bertambah banyak dan harga perangkat komputer besar mulai terasa sangat mahal, maka mulailah digunakan konsep proses distribusi (Distributed Processing). Seperti yang ada pada gambar di bawah, dalam proses ini beberapa host komputer mengerjakan sebuah pekerjaan besar secara paralel untuk melayani beberapa terminal yang tersambung secara seri disetiap host komputer. Dalam proses distribusi sudah mutlak diperlukan perpaduan yang mendalam antara teknologi komputer dan telekomunikasi, karena selain proses yang harus didistribusikan, semua host komputer wajib melayani terminal-terminalnya dalam satu perintah dari komputer pusat.

Selanjutnya ketika harga-harga komputer kecil sudah terjangkau dan konsep proses distribusi sudah matang, maka penggunaan komputer dan jaringannya sudah mulai beragam dari mulai menangani proses bersama maupun komunikasi antar komputer (Peer to Peer System) saja tanpa melalui komputer pusat. Kemudian berkembang teknologi jaringan lokal yang dikenal dengan sebutan LAN. Demikian pula ketika Internet mulai diperkenalkan, maka sebagian besar LAN yang berdiri sendiri mulai berhubungan dan terbentuklah jaringan raksasa WAN.
Pada tahun 1981 France Telecom menciptakan gebrakan baru dengan meluncurkan telepon TV pertama, dimana orang bisa menelepon sambil melihat lawan bicaranya melalui video link. Tahun 1982 dibentuk sebuah komisi Transmission Control Protocol ( TCP ) atau lebih dikenal dengan sebutan Internet Protocol ( IP ) yang kita kenal hingga saat ini. Di tahun 1986 diperkenalkan sistem nama domain, yang sekarang dikenal dengan DNS (Domain Name System) yang berfungsi untuk menyeragamkan sistem pemberian nama alamat di jaringan komputer. Dengan system DNS, komputer yang tersambung dengan jaringan melebihi 1.000 komputer. Pada tahun 1987 diperkirakan komputer yang tersambung ke jaringan tersebut melonjak 10 kali lipat menjadi 10.000 komputer lebih.
Pada tahun 1988 Jarko Oikarinen dari Finland menemukan dan memperkenalkan IRC. Setahun kemudian jumlah komputer yang terhubung melonjak 10 kali lipat (lebih dari 100.000 unit komputer).
Tahun 1992 adalah tahun yang paling bersejarah ketika Tim Berners Lee menemukan program editor dan browser yang bisa menjelajah antara satu komputer dengan komputer lain. Program ini disebut www (World Wide Web) yang kemudian memunculkan istilah surfing (menjelajah) atau browsing.
Secara ringkas dapat dikatakan bahwa sejarah jaringan komputer dimulai dengan komputer terminal yang saling terhubung ke pusat komputer (host computer) lewat time sharing system kemudian berkembang menjadi terminal-terminal yang saling terhubung ke pusat komputer (host computer) dengan konsep proses distribusi (Distributed Processing) yang kemudian berakhir dengan teknologi jaringan.
 
sumber : http://rchantique.blogspot.com/2009/10/sejarah-network-jaringan-komputer.html

katakan kata ku: Sejarah Internet

katakan kata ku: Sejarah Internet

Sejarah Internet

Teknologi Informasi dan Telekomunikasi (Information and Communication Technology/ICT) merupakan tulang punggung aplikasi Web 2.0. Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang fenomenal dan menjadi awal munculnya aplikasi web adalah Internet. Internet yang berawal dari riset untuk pertahanan dan keamanan serta pendidikan berkembang menjadi perangkat pendukung bisnis yang sangat berpengaruh. Dalam kaitan dengan aplikasi Web 2.0 ini, terdapat beberapa peristiwa penting dalam sejarah internet.
Berawal pada tahun 1957, melalui Advanced Research Projects Agency (ARPA), Amerika Serikat bertekad mengembangkan jaringan komunikasi terintegrasi yang saling menghubungkan komunitas sains dan keperluan militer. Hal ini dilatarbelakangi oleh terjadinya perang dingin antara Amerika Serikat dengan Uni Soviet (tahun 1957 Soviet meluncurkan sputnik).
Perkembangan besar Internet pertama adalah penemuan terpenting ARPA yaitu packet switching pada tahun 1960. Packet switching adalah pengiriman pesan yang dapat dipecah dalam paket-paket kecil yang masing-masing paketnya dapat melalui berbagai alternatif jalur jika salahsatu jalur rusak untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Packet switching juga memungkinkan jaringan dapat digunakan secara bersamaan untuk melakukan banyak koneksi, berbeda dengan jalur telepon yang memerlukan jalur khusus untuk melakukan koneksi. Maka ketika ARPANET menjadi jaringan komputer nasional di Amerika Serikat pada 1969, packet switching digunakan secara menyeluruh sebagai metode komunikasinya menggantikan circuit switching yang digunakan pada sambungan telepon publik.
Perkembangan besar Internet kedua yang dicatat pada sejarah internet adalah pengembangan lapisan protokol jaringan yang terkenal karena paling banyak digunakan sekarang yaitu TCP/IP (Transmission Control Protocol/ Internet Protocol). Protokol adalah suatu kumpulan aturan untuk berhubungan antarjaringan. Protokol ini dikembangkan oleh Robert Kahn dan Vinton Cerf pada tahun 1974. Dengan protokol yang standar dan disepakati secara luas, maka jaringan lokal yang tersebar di berbagai tempat dapat saling terhubung membentuk jaringan raksasa bahkan sekarang ini menjangkau seluruh dunia. Jaringan dengan menggunakan protokol internet inilah yang sering disebut sebagai jaringan internet.
Jaringan ARPANET menjadi semakin besar sejak saat itu dan mulai dikelola oleh pihak swasta pada tahun 1984, maka semakin banyak universitas tergabung dan mulailah perusahaan komersial masuk. Protokol TCP/IP menjadi protokol umum yang disepakati sehingga dapat saling berkomunikasi pada jaringan internet ini.
Perkembangan besar Internet ketiga adalah terbangunnya aplikasi World Wide Web pada tahun 1990 oleh Tim Berners-Lee. Aplikasi World Wide Web (WWW) ini menjadi konten yang dinanti semua pengguna internet. WWW membuat semua pengguna dapat saling berbagi bermacam-macam aplikasi dan konten, serta saling mengaitkan materi-materi yang tersebar di internet. Sejak saat itu pertumbuhan pengguna internet meroket.
Internet telah membuat revolusi baru dalam dunia komputer dan dunia komunikasi yang tidak pernah diduga sebelumnya. Beberapa Penemuan telegram, telepon, radio, dan komputer merupakan rangkaian kerja ilmiah yang menuntun menuju terciptanya Internet yang lebih terintegrasi dan lebih berkemampuan dari pada alat-alat tersebut. Internet memiliki kemampuan penyiaran ke seluruh dunia, memiliki mekanisme diseminasi informasi, dan sebagai media untuk berkolaborasi dan berinteraksi antara individu dengan komputernya tanpa dibatasi oleh kondisi geografis.
Internet merupakan sebuah contoh paling sukses dari usaha investasi yang tak pernah henti dan komitmen untuk melakukan riset berikut pengembangan infrastruktur teknologi informasi. Dimulai dengan penelitian packet switching (paket pensaklaran), pemerintah, industri dan para civitas academica telah bekerjasama berupaya mengubah dan menciptakan teknologi baru yang menarik ini.
Perkembangan Sejarah intenet dapat dibagi dalam empat aspek yaitu
  1. Adanya aspek evolusi teknologi yang dimulai dari riset packet switching (paket pensaklaran) ARPANET (berikut teknologi perlengkapannya) yang pada saat itu dilakukan riset lanjutan untuk mengembangkan wawasan terhadap infrastruktur komunikasi data yang meliputi beberapa dimensi seperti skala,performannce/kehandalan, dan kefungsian tingkat tinggi.
  2. Adanya aspek pelaksanaan dan pengelolaan sebuah infrastruktur yang global dan kompleks.
  3. Adanya aspek sosial yang dihasilkan dalam sebuah komunitas masyarakat besar yang terdiri dari para Internauts yang bekerjasama membuat dan mengembangkan terus teknologi ini.
  4. Adanya aspek komersial yang dihasilkan dalam sebuah perubahan ekstrim namun efektif dari sebuah penelitian yang mengakibatkan terbentuknya sebuah infrastruktur informasi yang besar dan berguna. Internet sekarang sudah merupakan sebuah infrastruktur informasi global (widespread information infrastructure), yang awalnya disebut “the National (atau Global atau Galactic) Information Infrastructure” di Amerika Serikat. Sejarahnya sangat kompleks dan mencakup banyak aspek seperti teknologi, organisasi, dan komunitas. Dan pengaruhnya tidak hanya terhadap bidang teknik komunikasi komputer saja tetapi juga berpengaruh kepada masalah sosial seperti yang sekarang kita lakukan yaitu kita banyak mempergunakan alat-alat bantu on line untuk mencapai sebuah bisnis elektronik (electronic commerce), pemilikan informasi dan berinteraksi dengan masyarakat.
didapatkan dari beberapa sumber. 

    Kamis, 25 November 2010

    Lahar Gunung Merapi: Jangan Panik, Bertindak Sesuai Ancaman Forum Merapi - 14.09.2008,

    Runtuhnya kubah lava Geger Boyo pada 14 Juni 2006 menyebabkan awan panas di Sungai Gendol, sisi selatan-tenggara Gunung Merapi yang merenggut 2 korban jiwa. Peristiwa itu juga menghasilkan tumpukan 6 juta meter kubik pasir, batu dan abu. Khusus abu disebut secara khusus sebagai endapan awan panas.
    Sejak itu pula, kawah G. Merapi terbuka ke arah S. Gendol. Erupsi-erupsi kawah selanjutnya selain mendatangkan ancaman awan panas, juga menambah jumlah tumpukan material di S. Gendol. Musim hujan, abu endapan awan panas akan menjadi lahar yang berpotensi mengancam aset-aset dan kehidupan masyarakat di alur S. Gendol dan S. Opak.
    “Jumlah material letusan di Gendol sejak Juni 2006 sekitar 10 juta meter kubik”, ungkap Subandrio, kepala seksi G. Merapi, Balai Penelitian dan Pengembangan Teknik Kegunungapian (BPPTK), Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Departemen Pertambangan dan Energi. Ia mengungkapkan hal itu dalam pemaparannya tentang konteks ancaman pada pelatihan kesiapsiagaan berbasis masyarakat yang diselenggarakan oleh masyarakat dan PSMB UPN “Veteran” Yogyakarta di dusun Petung, desa Kepuharjo, Cangkringan, Sleman 24 Oktober 2006.
    “Tidak perlu panik, tapi harus tetap waspada. Artinya, kita harus menanggapi ancaman lahar itu secara proporsional,” lanjut Subandrio mewanti-wanti. Maklum, sejak September 2006 tersiar kabar akan terjadi lahar di S. Gendol yang akan membanjiri kawasan hilir. Kabar lain bahkan menyebutkan lahar akan menerjang kota Yogyakarta.
    Rumor itu boleh jadi manifes dari kesiapsiagaan yang sedang berproses menemukan bentuk konkritnya. Tanpa pemahaman konteks ancaman lahar yang empirik dan pengkajian risiko yang masuk akal, maka proses sosial kesiapsiagaan keblinger menjadi rumor meresahkan. Juga mudah dipelintir jadi pembenar tindakan antisipasi berbiaya lebih mahal dari nilai risiko potensialnya. Utang lagi. Di sinilah kesiapsiagaan jadi berlawanan dengan tujuannya, mereduksi risiko.
    * * *
    Dalam konteks ancaman G. Merapi, lahar adalah jenis ancaman sekunder. Ancaman primernya awan panas. Kata lahar berasal dari Indonesia dan telah jadi sebutan mendunia bagi fenomena tercampurnya abu endapan awan panas dengan air hujan.
    Campuran abu dengan air membentuk cairan kental dan mengalir ke tempat lebih rendah mengikuti alur sungai. Kecepatan aliran lahar sekitar 6 meter per detik atau antara 20 hingga 30 kilometer per jam. Tergantung kemiringan dasar sungai. Makin miring, makin deras. Dalam besaran jumlah aliran, kecepatan dan lama waktu pengaliran tertentu, lahar mampu menggerus pasir, tanah dan bebatuan di dasar atau tebing sungai yang dilaluinya. Material gerusan ini yang membuat lahar menjadi berbahaya.
    “Kalau yang yang mengalir masih cairan kental campuran abu dan air belum membawa material lain, itu masih lahar biasa yang tidak membahayakan,” jelas Subandrio. Jadi tidak semua material longsoran kubah lava menjadi lahar. Hanya abunya saja.
    Besaran curah hujan yang bisa memicu lahar antara 40 sampai 70 milimeter selama 2 jam terus menerus. Faktor lainnya, kemiringan dasar sungai cukup terjal. “Syarat-syarat terjadinya lahar (kandungan abu, kemiringan dan potensi curah hujan) di S. Gendol terpenuhi semua,” jelas Subandrio. Tinggal menunggu datang curah hujan yang cukup, akan terjadi lahar di Gendol.
    Lebih jauh tentang hujan pemicu lahar, Subandrio menjelaskan bahwa rerata curah hujan di lereng selatan G. Merapi relatif lebih tinggi dibanding di lereng barat. Dengan begitu, endapan awan panas di lereng selatan, peluangnya menjadi lahar lebih besar. Menurut data BPPTK, 60 persen kejadian lahar G. Merapi dipicu hujan yang bersifat lokal atau hujan di satu sisi lereng saja. Selebihnya dipicu oleh hujan menyeluruh di kawasan G. Merapi.
    Hujan pada awal-awal musim menurut Subandrio belum akan menyebabkan lahar. Awalnya air hujan akan diserap oleh abu endapan awan panas. Selanjutnya diteruskan ke lapisan pasir dan batu dibawahnya. Ketika lapisan bawah sudah jenuh air, hujan masih terus terjadi, abu endapan awan panas ikut jenuh dan menjadi lahar. Pada curah hujan yang rendah, air hujan beperan memadatkan abu endapan awan panas dan material di bawahnya.
    * * *
    Sekalipun lahar mengangkut pasir dan bebatuan, tidak serta-merta menjadi bencana. Kejadian lahar di G. Merapi yang dampaknya menjadi bencana terakhir terjadi pada Nopember 1975 dan Oktober 1976. Alirannya mengarah ke S. Krasak dan S. Pabelan di sisi barat-barat daya. Kawasan ini masuk wilayah administratif kecamatan Srumbung dan Dukun, kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Ketika itu lahar menyebabkan jembatan S. Krasak mengalami kerusakan berat. Jembatan berada di jalur utama transportasi darat antara Yogyakarta dan Magelang.
    Lahar tahun 1975 dan 1976 itu merupakan dampak letusan besar tahun 1961 yang menghasilkan material sekitar 42 juta meter kubik. Disusul erupsi-rupsi kecil tahun tahun 1972, 1974, dan 1975 yang kian menambah jumlah abu endapan awan panas, pasir dan batu. Sehingga menjadi lahar dalam intensitas besar.
    Sejak lahar tahun 1975 dan 1976 itu, pemerintah giat membangun dam-dam pengendali lahar di alur-alur sungai yang berpotensi terjadi lahar. Pembangunan dam ini merupakan kerjasama pemerintah Indonesia dan Jepang. Dibiayai dengan dana utangan luar negeri, terutama Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA) sebuah lembaga kerjasama internasional pemerintah Jepang. Tanggungjawab pelaksanan pembangunan dam diampukan ke Proyek Merapi (PROMER) dan Sabo Technical Centre (STC) keduanya adalah badan pelaksanan kerjasama Jepang-Indonesia untuk proyek-proyek pengendalian lahar, di lingkup Direktur Jenderal Pengairan, Departemen Pemukiman dan Prasarana Wilayah. Setelah 14 Juni 2006, PROMER dan STC melakukan pembangunan 11 dam pengendali lahar di S. Gendol dan S. Opak. Diperkirakan dam-dam itu akan selesai pada petengahan Desember 2006. Setip unit dam menelan biaya sekitar 3 milyar rupiah.
    “Setelah tahun 1970-an itu lahar (dalam intensitas, sebaran, durasi dan frekuensi) yang besar tidak pernah terjadi lagi di G. Merapi. Karena memang tidak ada lagi letusan sebesar 1961,” jelas Subandrio. Tetapi ia tidak menyatakan pembangunan dam besar-besaran itu sebagai tindakan menanggapi ancaman lahar secara tidak proporsional, sebagaimana ia tegaskan di awal pemaparannya.
    Yang lebih penting untuk dipahami bersama adalah fakta bahwa tidak lagi kejadian lahar yang menyebabkan korban nyawa manusia. “Sejak tahun 1970-an tidak ada korban manusia akibat lahar. Kalau sampai ada korban manusia di masa mendatang, berarti kita mengalami kemunduran,” Subandrio kembali menegaskan. Menurutnya pengalaman lahar masa lalu menjadikan semua pihak belajar dan lebih memahami karakter lahar. Disamping dukungan infrasuruktur sosial politik dan teknis yang lebih baik. Betul, mekanisme dan kinerjanya adalah soal lain lagi.
    Lahar terakhir di G. Merapi yang dicontohkannya adalah lahar di S. Boyong di sisi selatan masuk kecamatan Pakem, Sleman, Yogyakarta pada 5 April 1995. Lahar di S. Boyong merupakan endapan awan panas 1994. Kedua lahar di S. Apu, di sisi barat daya di wilayah kecamatan Selo, kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Lahar di S. Apu ini merupakan material erupsi tahun 1950-an. Beberapa hari setelah lahar yang terjadi di pertengahan Agustus 204 itu, pemerintah kabupaten Boyolali menyelenggarakan lelang untuk mengeruk pasir dari yang tertampung di dam. Tidak ada korban manusia dalam kedua kejadian lahar itu. Sebaliknya, keuntungan berupa pasir dan batu untuk ditambang demi mengembalikan daya tampung dam menahan lahar selanjutnya.
    * * *
    Dalam sejarahnya, lahar juga pernah terjadi di S. Gendol. Menurut catatan BPPTK lahar S. Gendol terjadi tahun 1846. Menyebabkan kerusakan sekitar 50 hektar lahan pertanian. Kemudian tahun 1906, pada saat itu aktifitas G. Merapi mengarah ke selatan seperti saat ini. Terakhir terjadi tahun 1930 sampai 1932 dengan volume aliran sekitar 2,5 juta meter kubik.
    Kini dengan volume material 10 juta meter kubik menurut Subandrio masih belum mengkhawatirkan. Arah dominan lahar akan ke S. Gendol yang tebingnya masih cukup curam. Dengan kata lain, S. Gendol masih menyediakan ruang yang cukup untuk menampung aliran lahar.
    Subandrio juga menepis kekhawatiran terjadinya lahar di S. Opak. Menurutnya material letusan yang masuk ke S. Opak sekitar 300.000 meter kubik. BPPTK juga tidak ada catatan sejarah lahar di S. Opak, sehingga masyarakat sekitar S. Opak tidak perlu khawatir. “Lahar di S. Opak hanya akan terjadi jika lahar di Gendol terjadi dalam skala terlalu besar sehingga meluap ke S. Opak. Kemungkinan luapan ini kecil” katanya. Arah dominan lahar tetap ke S. Gendol. Tentang kemungkinan luapan ke S. Opak Subandrio merincikan hanya jika separuh material di S. Gendol ikut mengalir bersamaan, mungkin akan meluap ke S. Opak. “Kalau lahar yang terjadi di S. Gendol normal saja S. Opak aman,” lanjutnya.
    Sungai Opak tidak berhulu di puncak G. Merapi. Bagian hulu sungai ini berdekatan dengan S. Gendol. Di hilir, S. Opak mengecil seukuran saluran irigasi dengan permukiman di tepi kanan kirinya.
    * * *
    Untuk mereduksi risiko ancaman lahar yang perlu segera dilakukan menurut Subandrio, pertama adalah pembuatan peta operasional. Peta meliputi indentifikasi potensi risiko dan jalur-jalur evakuasi di kawasan berisiko. Peta risiko tentu saja harus didasarkan pada analisis yang bisa dipertanggungjawabkan. Baik secara teknis dan sosial. Kedua, sistem peringatan dini bagi masyarakat di kawasan yang diidentifikasikan berisiko. Ketiga mendiseminasikan peta operasional dan sistem peringatan dini kepada masyarakat kawasan berisiko. Diseminasi ini bertujuan mawacanakan konteks ancaman, peta operasional sekaligus menjaring gagasan untuk perbaikan bentuk konkrit kesiapsiagaan bersama.
    Sabo Technical Centre telah memasang sensor kawat untuk mendeteksi lahar di beberapa dam di S. Gendol. Sensor ini berupa bentangan kawat induktor yang terhubung ke sebuah pemancar. Kawat dibentangkan pada ketinggian tertentu. Jika tersentuh cairan lahar, kawat akan memicu pemancar dan selanjutnya pemancar mengirimkan sinyal peringatan bahaya. “Peringatan bahaya lahar dengan sensor semacam ini mungkin akan sedikit terlambat. Karena sensor baru akan memberi peringatan kalau sudah terjadi lahar” kata Subandrio.
    Menurutnya, lebih baik sistem peringatan dini itu dipadukan dengan penggunaan data curah hujan dan sensor akustik pendeteksi lahar. Data curah hujan merupakan indikator awal, sederhana dan bisa dilakukan oleh masyarakat. Ia mencontohkan jika hujan telah terjadi selama 1 jam, maka masyarakat harus mulai meningkatkan kewaspadaan. Jika hujan berlanjut, mungkin sudah perlu diambil tindakan awal penyelamatan.
    Sensor akustik atau AFM (accoustic flow meter/monitoring), semacam seismo meter pendeteksi getaran aliran lahar. Teknologi ini pernah digunakan di S. Boyong dan berhasil mendeteksi lahar yang terjadi pada 5 April 1995. “Berkat AFM petugas BPPTK di Kaliurang bisa memberi peringatan kepada penambang pasir di Boyong sehingga tidak ada korban manusia. Hanya truk-truk pengangkut pasir saja yang hanyut dan terbenam lumpur,” kisahnya.
    Diakhir pemaparannya, Subandrio menekankan perlunya penataan ulang aktifitas wisata lava di dusun Kaliadem. Hal itu untuk mengurangi risiko jika terjadi lahar. Misalnya dengan mengatur wisata dibuka pagi hari dan ditutup pukul 12.00. Dalam catatan sejarah lahar, hampir 80 persen lahar terjadi pada sore hari karena hujan umumnya berlangsung antara pukul 12.00 hingga 19.00. “Jadi penataan ulang itu tidak akan mematikan perekonomian masyarakat tetapi jadi bukti masalah bahaya juga diperhitungkan oleh penyelenggara wisata,” Jelas Subandrio. Dusun Kaliadem permukiman tertinggi di tepi alur S. Gendol, sekitar 7 kilometer dari puncak G. Merapi. Dulunya lokasi wisata favorit setelah Kaliurang. Pada 14 Juni 2006 lokasi ini hancur diterjang awan panas dan material lava yang menyebabkan 2 korban jiwa. Aktifitas ekonomi wisata kembali aktif setelah loaksi ini dibuka sebagai wisata lava.
    Selain itu ia juga menekankan perlunya simulasi bagi masyarakat dan relawan di kawasan berisiko. Dengan simulasi ini sistem peringatan dini dan peta operasional evakuasi dapat dibuktikan efektifitasnya untuk diperbaiki bersama. Dengan begitu, harapannya semua pihak menjadi lebih paham tentang mekanisme pengambilan keputusan tindakan yang sesuai konteks ancaman. (Ipung/Nov 2006)




    sumber: http://www.merapi.or.id/artikel/lahar-gunung-merapi-jangan-panik-bertindak-sesuai-ancaman.html

    Rabu, 03 November 2010

    kelam malam

    _dalam pekat malam ku terdiam_
    _menatap jauh ke luar angan_
    _bintang pun menari berlarian_
    _seakan dunia tak berlapis kelam_


    _malam yang sepi tanpa bayang sang pangeran_
    _ku terduduk bersimpuh_
    _melayang tak tau kemana angan akan membawa ku pergi_
    _nyanyian serangga selalu setia menemani sepi ku_
    _tak kuasa menyapa langit rembulan bersinar cemerlang_
    _di balik semak kutemukan bayang semu mu menyapa_
    _ku tersenyum simpul dalam kelam malam_
    _namun ku tersadar kala bayang mu hanya angan ku_
    _sejenak ku kembali termangu_
    _termangu tak tau apa yang terjadi_
    _ku berusaha terbangun dari mimpi buruk tak berujung_
    _raga ku mulai tersadar_
    _namun jiwa ini selalu menolak untuk terus melangkah ke depan_
    _terengah-engah ku melawan gejolak jiwa ku_
    _tapi ku tak kan menyerah menemukan bayang nyata mu_

    Rabu, 27 Oktober 2010

    _terbelenggu_

    .jiwa ku mungkin sudah tak punya nyawa untuk bersandar diri.....
    .aku mulai terjatuh tapi tak seorangpun mau membantu kekalahan ku.....
    .semua sudah terbalik di hadapan ku.....
    .mata ku tak biza mendengar raza yang maniz lagi.....
    .telinga ku tak kuasa mencium keajaiban dunia dalam kelam.....
    .hidung ku tak terjaga untuk melihat cerianya dunia fana.....
    .semua berantakan!!.
    .tubuh ku hanya diombang - ambingkan lautan yang tak tau arah.....
    .pikiran di obrak - abrik ratusan syetan yang menggrogoti akal sehat ku.....
    .ku terjatuh lagi.
    .ku tak berdaya lagi.
    .ku teraniaya lagi.
    .tak satupun makhluk menyapa ku.....
    .ku tertekan lama-lama haruz begini....
    .kata-kata selalu terlontar dengan kemunafikan.....
    .tak mampu keindahan kata keluar terucap....
    .nafas ku berat.
    .langkah compang-camping.
    .kebutaan mengalahkan kecerahan dunia ini....
    .aku tak kuat lagi..
    .ingin aku keluar dari belenggu ini..
    .ingin BEBAS. LEPAS. TAK BERBATAS...!!!

    .c.i.n.t.a.

    .aku mulai terbata mengeja kata cinta.
    .c.i.n.t.a.
    .c.i.n.t.a.

    .sebenarnya apa arti dari sebuah kata sederhana itu???.
    .aku mulai tersesat dalam kehampaan kata nan singkat itu.
    .setiap insan pazti akan merazakan kenikmatan akan cinta.
    .tapi tak semua cinta yang ku dapat biza buat ku bahagia.
    .aku terjebak dalam cinta penuh misteri tanpa ada secuil harapan untuk ku percaya.
    .ku menambatkan cinta ku untuk dia.
    .tapi apa dia cinta terbaik untuk ku.
    .kata orang cinta itu indah.
    .kata orang cinta itu ibarat bumi tak berujung.
    .tapi kenapa aku tak kunjung mendapat kebahagiaan itu lagi??.
    .kemana cinta yang kata orang menyenangkan itu?.
    .kemana juga cinta yang kata orang dahsyat itu??.
    .aku mulai ragu akan ketulusan cinta.
    .aku mulai tak percaya lagi akan kehebatan cinta.
    .aku mulai terpuruk dan tersungkur dengan kemunafikan cinta.
    .tolong.
    .beri aku petunjuk.
    .aku hanya ingin dapat mengeja arti kata cinta itu lagi.
    .aku hanya ingin dapat merasakan ke dahsyatan cinta itu lagi.
    .tolong jangan buat aku menjadi tambah ragu akan cerianya warna cinta.
    .aku mau cinta yang sesungguhnya.
    .aku mau cinta yang tulus tanpa kemunafikan.
    .biarkan cinta ku ini mengalir apa adanya seperti air yang perlahan-lahan menuruni bukit untuk sampai di laut.
    .ku hanya ingin kesederhanaan cinta.
    .cinta yang indah untuk ku kenang.
    .jangan sampai kau beri aku goresan luka kecil di hati ku ini.
    .ku hanya ingin ketulusan bukan kemunafikan.
    .tapi maaf jika aku tak biza membuat mu benar-benar bahagia.
    .aku hanya rumput liar tak bermakna.
    .maafkan aku jika hanya mengecewakanmu.
    .jiwa ku mungkin tak seperti bidadari tapi hati ku bernyanyi seperti pelangi.