Sabtu, 09 Juli 2011

"SyMpHoNi HiDuP"

seerat embun menutup pandang
selembut angin membelai raga
kutepis

aku disini berdiri tegak
memandang
menatap tiap arti yang ada
menerjemahkan-Nya
di tiap hari dan hidupku

aku meyakini-Nya
ke Esaan yang dimiliki-Nya
ke Akbaran yang dipunyai-Nya
sempurna tanpa cacat

sukmaku bergelora
bersyukur
atas nikmat yang Ia beri

sampai saat ini
saat aku berdiri disini
dan sampai saat nanti
saat aku menjumpai
kekekalan yang Abadi

Rabu, 19 Januari 2011

[HILANG]

Pelangi sore itu mulai menghilang di telan malam.
Dunia menjadi kelam.
Bintang tak bersinar seperti biasanya.
Rembulanpun bersembunyi dalam pekat awan hitam.
Aku duduk terpaku d ujung jalan.
Membayangkan wajah mu dalam indahnya bulan purnama.
Tak kutemukan sosok nyata mu dalam hidup.
Semua selalu tersembunyi.
Membuat ku tersesat mencari bentuk nyata mu.
Ku berbisik menyebut nama mu.
Entah kamu dimana.
Sedang apa.
Atau sedang memikirkan siapa.
Atau kamu memikirkan aku??
Aku mulai bingung akan dirimu.
Kau menghilang tak berbekas.
Tanpa suara.
Tanpa harum.
Tanpa tanda agar ku bisa mencarimu.
Kau terdiam.
Kau acuhkan aku.
Kau tak pedulikan aku.
Apakah kau tau aku memikirkan mu?
Kenapa kau menghilang?
Kemana aku harus mencarimu?
Ku mulai terjatuh.
Tapi kau tetap acuh.
Aku butuh kamu.
Tapi kau tak pernah ingin tau.
Tolong kembali pada ku.
Ku mulai tak tau arah tanpa mu.