Sabtu, 09 Juli 2011

"SyMpHoNi HiDuP"

seerat embun menutup pandang
selembut angin membelai raga
kutepis

aku disini berdiri tegak
memandang
menatap tiap arti yang ada
menerjemahkan-Nya
di tiap hari dan hidupku

aku meyakini-Nya
ke Esaan yang dimiliki-Nya
ke Akbaran yang dipunyai-Nya
sempurna tanpa cacat

sukmaku bergelora
bersyukur
atas nikmat yang Ia beri

sampai saat ini
saat aku berdiri disini
dan sampai saat nanti
saat aku menjumpai
kekekalan yang Abadi

Rabu, 19 Januari 2011

[HILANG]

Pelangi sore itu mulai menghilang di telan malam.
Dunia menjadi kelam.
Bintang tak bersinar seperti biasanya.
Rembulanpun bersembunyi dalam pekat awan hitam.
Aku duduk terpaku d ujung jalan.
Membayangkan wajah mu dalam indahnya bulan purnama.
Tak kutemukan sosok nyata mu dalam hidup.
Semua selalu tersembunyi.
Membuat ku tersesat mencari bentuk nyata mu.
Ku berbisik menyebut nama mu.
Entah kamu dimana.
Sedang apa.
Atau sedang memikirkan siapa.
Atau kamu memikirkan aku??
Aku mulai bingung akan dirimu.
Kau menghilang tak berbekas.
Tanpa suara.
Tanpa harum.
Tanpa tanda agar ku bisa mencarimu.
Kau terdiam.
Kau acuhkan aku.
Kau tak pedulikan aku.
Apakah kau tau aku memikirkan mu?
Kenapa kau menghilang?
Kemana aku harus mencarimu?
Ku mulai terjatuh.
Tapi kau tetap acuh.
Aku butuh kamu.
Tapi kau tak pernah ingin tau.
Tolong kembali pada ku.
Ku mulai tak tau arah tanpa mu.

Jumat, 10 Desember 2010

Tradisi Miyos Gongso dan Riwayat Gamelan Sekaten

Menjelang tengah malam, kedua perangkat Gamelan Pusaka Sekaten, Kyai Gunturmadu dan Kyai Nogowilogo mulai dipersiapkan untuk selanjutnya dipindahkan menuju Pagongan di Masjid Gedhe. Prosesi pemindahan dikawal oleh 2 bregada prajurit Keraton, yaitu Bregada Prajurit Mantrijero dan Bregada Prajurit Patangpuluh, para Panji dari semua bregada prajurit Keraton, serta sejumlah abdi dalem setingkat Bupati, baik abdi dalem Keprajan maupun abdi dalem Punokawan.
Tepat pukul 11 malam, iring-iringan Kirab Miyos Gongso dimulai dalam suasana khidmat, dari pintu gerbang atau Regol Brojonolo, keluar dari lingkungan Keraton menuju Masjid Gedhe, melalui Supit Urang, Sitihinggil, Pagelaran dan Alun-alun. Sebelum mencapai 2 pohon beringin kurung di tengah Alun-alun, iring-iringan akan membelok ke barat, langsung menuju Regol Masjid Gedhe.
Keberadaan kedua perangkat Gamelan Pusaka Sekaten, Kyai Gunturmadu dan Kyai Nogowilogo, tidak terlepas dari sejarah kerajaan-kerajaan Islam di Jawa Tengah, sejak jaman Kasultanan Demak hingga berdirinya Keraton Kasultanan Yogyakarta.
Pada sekitar tahun 1400 Saka, Kerajaan Majapahit jatuh akibat serangan balatentara Demak di bawah pimpinan Raden Patah. Tiga tahun kemudian, pada Tahun 1403 Saka, berdirilah Kasultanan Demak. Raden Patah bertahta dengan gelar Sultan Syah Alam Akbar.
Sebagai pusat kekuasaan baru, Kasultanan Demak mewarisi sisa-sisa kekayaan Majapahit, termasuk Gamelan Pusaka Kyai Sekar Delima. Gamelan Pusaka ini kemudian dipergunakan untuk melengkapi Gamelan Sekaten. Sejak saat itulah terdapat sepasang Gamelan Pusaka Sekaten. Satu perangkat diciptakan oleh Kanjeng Sunan Kalijaga yang bernama Kyai Sekati. Satu perangkat lagi merupakan warisan Kerajaan Majapahit, yang kemudian diberi nama Nyai Sekati. Kedua perangkat gamelan Pusaka inilah yang selalu diperdengarkan dalam keramaian Sekaten.
Seiring dengan jatuh dan berdirinya pusat-pusat kekuasaan di Jawa, tradisi Sekaten beserta kedua perangkat gamelannya juga menjadi pusaka yang diwariskan secara turun-temurun. Sejak keruntuhan Kasultanan Demak, tradisi ini diwarisi oleh Kasultanan Pajang, dan dilanjutkan oleh Dinasti Mataram Islam sejak jaman Kotagede, Kerta, Plered, hingga Kartasura dan Surakarta.
Pasca peristiwa Palihan Nagari pada tahun 1755 yang membagi Dinasti Mataram Islam menjadi Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta, sebagaimana wilayah-wilayah kekuasaan, pusaka-pusaka pun kemudian dibagi dua untuk masing-masing Keraton. Termasuk Gamelan Pusaka Sekaten yang merupakan warisan jaman Kasultanan Demak.
Kasunanan Surakarta mewarisi Gamelan Pusaka Kyai Sekati, sementara Gamelan Pusaka Nyai Sekati diwarisi oleh Kasultanan Yogyakarta. Mengingat Gamelan Pusaka Sekaten bersifat sepasang, maka masing-masing Keraton kemudian mutrani atau membuat duplikat Gamelan Pusaka yang tidak dimilikinya. Dengan demikian, maka Keraton Kasultanan Yogyakarta kemudian memiliki sepasang Gamelan Pusaka Sekaten, yaitu Nyai Sekati dan duplikat Kyai Sekati. Pasangan gamelan yang disempurnakan kembali pada jaman Sri Sultan Hamengku Buwono I itu, kemudian diberi nama baru. Gamelan Pusaka Nyai Sekati diberi nama baru Kyai Gunturmadu, sementara duplikat Gamelan Pusaka Kyai Sekati diberi nama Kyai Nogowilogo. Gunturmadu mengandung arti “turunnya anugerah“, sedangkan Nogowilogo memiliki makna “ kemenangan perang yang lestari”.
Sementara itu di sekitar Masjid Gedhe, meski dalam suasana gerimis, ribuan masyarakat telah menanti kedatangan iring-iringan Kirab Miyos Gongso. Dan menjelang tengah malam, kedua perangkat Gamelan Pusaka Sekaten sampai di pintu gerbang atau Regol Masjid Gedhe. Setelah dilakukan upacara serah terima, bersama seluruh pengiringnya, kedua perangkat Gamelan Pusaka Sekaten langsung dibawa menuju Pagongan.
Bregada Prajurit Mantrijero, mengawal Gamelan Pusaka Kyai Gunturmadu menuju Pagongan di sebelah selatan. Sementara Bregada Prajurit Patangpuluh, mengawal Gamelan Pusaka Kyai Nogowilogo menuju Pagongan di sebelah Utara.
Pagongan adalah sebuah bangunan berbentuk panggung, yang secara khusus dipergunakan untuk menempatkan sekaligus memperdengarkan Gamelan Pusaka Sekaten pada setiap bulan Maulud. Sebagaimana Gamelan Pusaka Sekaten, bangunan Pagongan juga berjumlah sepasang, yang terletak di halaman depan Masjid Gedhe, pada sisi utara dan selatan. Gamelan Pusaka Kyai Gunturmadu selalu ditempatkan di Pagongan sebelah selatan, sementara Gamelan Pusaka Kyai Nogowilogo ditempatkan di Pagongan sebelah utara.
Di kedua bangunan Pagongan ini, kedua perangkat Gamelan Pusaka tersebut akan diperdengarkan terus-menerus setiap hari selama sepekan, kecuali pada waktu-waktu sholat dan pada malam Jum’at sampai dengan setelah Sholat Jum’at.
Sumber: Agus Yuniarso. “Cinderamata 250 Tahun Kota Jogjakarta [1756-2006], Transkrip Naskah 15 Video Dokumenter Budaya Seputar Kota Yogyakarta”. Yogyakarta: Galeri Video Foundation, 2006.

Rabu, 08 Desember 2010

Facebook Ubah Tampilan Halaman Profil

JAKARTA, KOMPAS.com — Facebook kembali memperkenalkan tampilan baru. Kali ini halaman depan profil langsung menampilkan foto di bagian tengah dan informasi penting. Hal ini memungkinkan pengguna menyoroti sahabat-sahabat karib lebih mudah.
"Profil dimulai dengan sebuah gambaran singkat untuk informasi dasar seperti dari mana Anda berasal, di mana Anda pernah sekolah, dan di mana Anda bekerja, jenis bentuk percakapan awal saat Anda mulai berkenalan dengan orang yang baru Anda kenal atau saat kembali bertemu dengan teman-teman lama," kata insinyur peranti lunak Facebook, Josh Wiseman, dalam blog Facebook, Senin (6/12/2010).
Menurutnya, foto bersama teman-teman merupakan cara terbaik untuk membuka hubungan sehingga profil yang baru menampilkan daftar foto terbaru yang berisi tag pengguna akun. Deretan foto akan diletakkan di bagian atas halaman profil setelah informasi utama. Ia menyebut perubahan itu akan membuat Facebook lebih mudah digunakan pengguna untuk mengetahui dan mengenali teman-temannya.
Selain profil yang lebih mengena, para pengguna juga dapat mengumpulkan profil teman-temannya berdasarkan hubungan pekerjaan, anggota keluarga, dan menyoroti sahabat-sahabat karib mereka.
Perombakan itu terjadi di tengah spekulasi bahwa Facebook akan melakukan penawaran saham perdananya kepada publik atau initial public offering (IPO). Facebook juga berupaya menampilkan profil pengguna ke halaman depan untuk membangun jejaring sosial yang lebih intim.

JOGJA Tetap ISTIMEWA

Jogja adl satu2nya propinsi berbentuk kerajaan (monarchi) scr cultural meski scr administrasi pemerintahan sbgmana propinsi2 laen Indonesia.  Itulah yang membuat Jogja sungguh istimewa, satu2nya kerajaan yg utuh, akar budaya bangsa yang masih dicintai, dijaga dan dijunjung oleh warga ngayogyakarto.  Smua sudah tahu demi Republik ini Sultan HB IX memperjuangkan kemerdekaan RI. Dan  mendeklair jogja sbg bagian RI demi menjunjung  NKRI, drpd membangun kerajaan sendiri.
Hal yang aneh ditunjukkan ol Pemerintah Pusat dan DPR yg terus mengulur..mengambangkan..dan berusaha mreteli keistimewaan Jogja, dengan monarchi-nya, alasannya takut disebut bukan Negara Demokrasi.
Sebab menurut Pusat; syarat demokrasi ada lembaga trias politika, pembatasan kekuasaan dan pemilu. Lalu pertanyaannya ;”mengapa kudu nurut demokrasi ala buku kuliahan ??.
Kalo toh Sultan sbg Raja dan sekaligus gubernur apa salahnya ??. kan lumayan hemat biaya Pemilu puluhan Milyar, biarlah para Bupati dan Walikota yg ber Pilkada.  Ssst..untuk ncalon/dicalonkan Gubernur tiap kandidat harus merogoh kocek milyaran.

sumber : http://sosbud.kompasiana.com/2010/12/01/jogja-tetap-istimewa/# Dan saat kutanya kawanku yg aktif di politik;”mosok modal CaGub sampe 2 M apa balik modal ??, sedang gaji Gubernur aja cumin 8 jt ??.  Temenku tegas njawab;” kalo cuman 2 M itu minim dan termasuk paling murah untuk Cagub, biasane sampe 16 M.  Kamu jangan itung untung dari Politik kaya ngitung untunge gorengan…pasti balik..pasti buat rebutan”. Jawabannya membuatku merasa bodoh aja, asssemm.
Kami bukan anti kemajuan ilmu politik ato apalah.  Tapi menurut ‘coro bodon’ ku, lebih baik menggali dan memulyakan akar budaya yang telah dilalui ratusan tahun oleh masyarakat sendiri, drpd mencoba ramuan yg blm tentu khasiatnya.  Kata org bijak;”yang terbaik bagi  kita adalah kebiasan dan pengalaman yg membangun jiwa-raga ini, begitu”.  Bukan..tipluk..disodorkan formula ol intelektual2  yang  lusuh berkutat melahap ilmu2 yunani, lupa jatidiri. Yunani tu siapa ya, setahuku Yu Nanik si bakul sate madura yg keliling sore hari di kampong kami. Huahahaha.
Lebih menjijikkan jika belajar Etika di Yunani.  Pdhal etika mrp saripati sikap-spirit-pikir suatu masyarakat yg hidup, berlangsung dan berkembang berdasar sejarah suatu masyarakat.  Meskipun kebaikan adl universal.
Pada menolak monarchi Jogja, salah satunya karena smua parpol tidak ada yg mampu mengusai jogja.  Walo Sultan HB X emang Golkar tapi juga NASDEM,  mo dipecat koq ya sayaang.  Biarpun Golkar, Sultan tak pernah membedakan warga yg beda bendera.  Sebagai contoh wkt awal erupsi Merapi, smua pamer bendera Parpol, tapi Sultan minta diturunkan smua bendera tanpa kecuali, ag tdk mengambil untung dr bencana, tdk etis.
Andai boleh usul, biarlah yg pernah punya kerajaan agar menggunakan system pemerintahan ala kerajaan, dg demikian budaya bukan hanya sekedar museum mati tapi mrp laku peradaban dan pemerintahan yg hidup.  Dan hal itu menjaga khasanah bangsa.   Merupakan daya tarik peneliti maupun wisatawan dr negara2 maju. Sedang kota2 modern spt Jakarta, Sby Smg dlsb tetap aja gunain system demokrasi dan Pilkada.

Rabu, 01 Desember 2010

sejarah network

Network atau Jaringan komputer adalah sebuah sistem yang terdiri atas komputer dan perangkat jaringan lainnya yang bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan yang sama. Network terdiri dari beberapa jenis tergantung dari area yang dilingkupinya. Ada yang berupa LAN (Local Area Network) yang area jaringannya terbatas seperti gedung atau beberapa gedung yang berdekatan, kemudian MAN (Metropolitan Area Network ) yang area jaringannya berada dalam suatu kota, yang terakhir yaitu WAN (Wide Area Network) yang areanya jaringannya mencakup area geografis yang luas.
Lalu kapan jaringan komputer dimulai? Konsep jaringan komputer lahir pada tahun 1940-an di Amerika dari sebuah proyek pengembangan komputer MODEL I di laboratorium Bell dan group riset Harvard University. Proyek ini dipimpin oleh profesor H. Aiken. Pada mulanya proyek ini hanyalah ingin memanfaatkan sebuah perangkat komputer yang harus dipakai bersama. Untuk mengerjakan beberapa proses tanpa banyak membuang waktu kosong dibuatlah proses beruntun (Batch Processing), sehingga beberapa program bisa dijalankan dalam sebuah komputer dengan kaidah antrian.
Di tahun 1950-an ketika jenis komputer mulai membesar sampai terciptanya super komputer, maka sebuah komputer harus melayani beberapa terminal. Untuk itu dibuatlah konsep distribusi proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan nama TSS (Time Sharing System), maka untuk pertama kali bentuk jaringan (network) komputer diaplikasikan.
Pada sistem TSS beberapa terminal terhubung secara seri ke sebuah host komputer. Dalam proses TSS mulai nampak perpaduan teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi yang pada awalnya berkembang sendiri-sendiri.
Pada tahun 1957 Advanced Research Projects Agency (ARPA) dibentuk oleh Departement of Defence (DoD) USA. Pada tahun 1967 ARPA menerbitkan desain awal dari proyeknya yang disebut ARPANET (Advanced Research Projects Agency Network). Di tahun 1969 DoD menggelar pengembangan ARPANET dengan mengadakan riset untuk menghubungkan sejumlah komputer sehingga membentuk jaringan organik. Mereka mendemonstrasikan bagaimana caranya dengan menggunakan hardware dan software komputer berbasis UNIX, kita bisa melakukan komunikasi dalam jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon. Proyek ARPANET merancang bentuk jaringan, kehandalan, seberapa besar informasi dapat dipindahkan, dan akhirnya semua standar yang mereka tentukan menjadi cikal bakal pembangunan protokol baru yang sekarang dikenal sebagai TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). Pada awalnya tujuan dibangunnya proyek itu adalah untuk keperluan militer. Pada saat itu Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defense) membuat sistem jaringan komputer yang tersebar dengan menghubungkan komputer di daerah-daerah vital untuk mengatasi masalah bila terjadi serangan nuklir dan untuk menghindari terjadinya informasi terpusat, yang apabila terjadi perang dapat mudah dihancurkan.
Pada mulanya ARPANET hanya menghubungkan 4 situs saja yaitu Stanford Research Institute, University of California, Santa Barbara, University of Utah, di mana mereka membentuk satu jaringan terpadu di tahun 1969. Pada tahun 1970, lebih dari 10 komputer telah berhasil dihubungkan, saling berkomunikasi dan membentuk sebuah jaringan. Pada bulan Oktober 1972 ARPANET diperkenalkan kepada masyarakat umum. Tidak lama kemudian proyek ini berkembang pesat di seluruh daerah, dan semua universitas di negara tersebut ingin bergabung, sehingga membuat ARPANET kesulitan untuk mengaturnya. Oleh sebab itu ARPANET dipecah manjadi dua, yaitu "MILNET" untuk keperluan militer dan "ARPANET" baru yang lebih kecil untuk keperluan non-militer seperti, universitas-universitas. Gabungan kedua jaringan akhirnya dikenal dengan nama DARPA Internet, yang kemudian disederhanakan menjadi Internet.
Di tahun yang sama, Roy Tomlinson berhasil menyempurnakan program e-mail yang ia ciptakan di tahun 1971 untuk riset ARPANET. Program e-mail tersebut begitu mudah dan langsung populer di masyarakat saat itu. Icon “@” mulai dikenal sebagai lambang yang menunjukkan “at”. Tahun 1972 juga merupakan tahun dibentuknya sebuah kelompok kerja yang disebut dengan International Network Working Group (INWG). Kelompok ini dibuat untuk meningkatkan teknologi jaringan komputer dan juga membuat standar-standar untuk jaringan komputer, termasuk di antaranya adalah Internet. Pembicara pertama dari organisasi ini adalah Vinton Cerf, yang kemudian disebut sebagai "Bapak Internet". Tahun 1973, dua orang ahli komputer Vinton Cerf dan Bob Khan mempresentasikan tentang internet di Sussex University.
Tahun 1974, Bolt, Beranet & Newman (BBN), pontraktor untuk ARPANET, membuka sebuah versi komersial dari ARPANET yang mereka sebut sebagai Telenet, yang merupakan layanan paket data publik pertama. Lalu pada tanggal 26 Maret 1976, ratu Inggris berhasil mengirimkan sebuah e-mail dari Royal Signals and Radar Estabilishment di Malvern. Di tahun 1977 sudah ada 111 buah komputer yang telah terhubung ke ARPANET. Tahun 1979, Grup diskusi Usenet pertama dibuat oleh Tom Truscott, Jim Ellis dan Steve Bellovin, alumni dari Duke University dan University of North Carolina Amerika Serikat. Setelah itu, penggunaan Usenet pun meningkat secara drastis. Di tahun ini pula, emoticon diusulkan oleh Kevin McKenzie.
Di tahun 70-an ini, setelah beban pekerjaan bertambah banyak dan harga perangkat komputer besar mulai terasa sangat mahal, maka mulailah digunakan konsep proses distribusi (Distributed Processing). Seperti yang ada pada gambar di bawah, dalam proses ini beberapa host komputer mengerjakan sebuah pekerjaan besar secara paralel untuk melayani beberapa terminal yang tersambung secara seri disetiap host komputer. Dalam proses distribusi sudah mutlak diperlukan perpaduan yang mendalam antara teknologi komputer dan telekomunikasi, karena selain proses yang harus didistribusikan, semua host komputer wajib melayani terminal-terminalnya dalam satu perintah dari komputer pusat.

Selanjutnya ketika harga-harga komputer kecil sudah terjangkau dan konsep proses distribusi sudah matang, maka penggunaan komputer dan jaringannya sudah mulai beragam dari mulai menangani proses bersama maupun komunikasi antar komputer (Peer to Peer System) saja tanpa melalui komputer pusat. Kemudian berkembang teknologi jaringan lokal yang dikenal dengan sebutan LAN. Demikian pula ketika Internet mulai diperkenalkan, maka sebagian besar LAN yang berdiri sendiri mulai berhubungan dan terbentuklah jaringan raksasa WAN.
Pada tahun 1981 France Telecom menciptakan gebrakan baru dengan meluncurkan telepon TV pertama, dimana orang bisa menelepon sambil melihat lawan bicaranya melalui video link. Tahun 1982 dibentuk sebuah komisi Transmission Control Protocol ( TCP ) atau lebih dikenal dengan sebutan Internet Protocol ( IP ) yang kita kenal hingga saat ini. Di tahun 1986 diperkenalkan sistem nama domain, yang sekarang dikenal dengan DNS (Domain Name System) yang berfungsi untuk menyeragamkan sistem pemberian nama alamat di jaringan komputer. Dengan system DNS, komputer yang tersambung dengan jaringan melebihi 1.000 komputer. Pada tahun 1987 diperkirakan komputer yang tersambung ke jaringan tersebut melonjak 10 kali lipat menjadi 10.000 komputer lebih.
Pada tahun 1988 Jarko Oikarinen dari Finland menemukan dan memperkenalkan IRC. Setahun kemudian jumlah komputer yang terhubung melonjak 10 kali lipat (lebih dari 100.000 unit komputer).
Tahun 1992 adalah tahun yang paling bersejarah ketika Tim Berners Lee menemukan program editor dan browser yang bisa menjelajah antara satu komputer dengan komputer lain. Program ini disebut www (World Wide Web) yang kemudian memunculkan istilah surfing (menjelajah) atau browsing.
Secara ringkas dapat dikatakan bahwa sejarah jaringan komputer dimulai dengan komputer terminal yang saling terhubung ke pusat komputer (host computer) lewat time sharing system kemudian berkembang menjadi terminal-terminal yang saling terhubung ke pusat komputer (host computer) dengan konsep proses distribusi (Distributed Processing) yang kemudian berakhir dengan teknologi jaringan.
 
sumber : http://rchantique.blogspot.com/2009/10/sejarah-network-jaringan-komputer.html

katakan kata ku: Sejarah Internet

katakan kata ku: Sejarah Internet